Senin, 28 November 2016

Teknik-Teknik Pembelajaran



PEMBELAJARAN INKUIRI

1.      Metode inkuiri adalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses penemuan, penempatan siswa lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.
2.      Langkah – langkah pembelajaran inkuiri :
a)    Menyajikan pertanyaan atau masalah: Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan. Guru membagi siswa dalam kelompok.
b)   Membuat hipotesis: Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan  dengan permasalahan  dan memproiritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
c)    Merancang percobaan Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
d)   Mengumpulkan dan menganilisis data: Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
e)    Membuat kesimpulan: Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan.
PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME

1.    metode kontruktivisme adalah bahwa belajar itu menemukan. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu masuk ke dalam pemahaman mereka. Konsrtruktivisme dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah            tersebut.
Metode konstruktivisme  ditekankan pada siswa seharusnya diberi tugas-tugas kompleks, sulit, dan realistis. Kemudian mereka diberi bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Tugas kompleks itu misalnya proyek, simulasi, menulis untuk dipresentasikan.

2.    Langkah – langkah pembelajaran konstruktivisme :
a.    Tahapan pertama adalah apersepsi, pada tahap ini dilakukan kegiatan menghubungkan konsepsi awal, mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan dari materi sebelumnya yang merupakan konsep prasyarat. Misalnya : mengapa baling-baling dapat berputar?
b.     Tahap kedua adalah eksplorasi, pada tahap ini siswa mengungkapkan dugaan sementara terhadap konsep yang mau dipalajari. Kemudian siswa menggali menyelidiki dan menemukan sendiri konsep sebagai jawaban dari dugaan sementara yang dikemukakan pada tahap sebelumnya, melalui manipulasi benda langsung.
c.    Tahap ketiga, diskusi dan penjelasan konsep, pada tahap ini siswa mengkomunikasikan hasil penyelidikan dan tamuannya, pada tahap ini pula guru menjadi fasilitator dalam menampung dan membantu siswa membuat kesepakatan kelas, yaitu setuju atau tidak dengan pendapat kelompok lain serta memotifasi siswa mengungkapkan alasan dari kesepakatan tersebut melalui kegiatan tanya jawab.
d.    Tahap keempat, pengembangan dan aplikasi, pada tahap ini guru memberikan penekanan terhadap konsep-konsep esensial, kamudian siswa membuat kesimpulan melalui bimbingan guru dan menerapkan pemahaman konseptual yang telah diperoleh melalui pembelajaran saat itu melalui pengerjaan tugas.

PEMBELAJARAN SETS

1.    Pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, and Society) dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan saling temas yang merupakan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Asyari (dalam Tristanti, 2011:12) mengartikan pendekatan SETS sebagai suatu pendekatan dalam pembelajaran sains yang mengaitkan dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat sekitar. Pendekatan SETS ditujukan untuk membantu peserta didik mengetahui sains, perkembangan dan aplikasi konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membahas tentang hal-hal yang bersifat nyata, yang dapat dipahami, dapat dibahas, dan dapat dilihat.
2.    Langkah – langkah pembelajaran SETS :
a. Tahap invitasi 
     Pada tahap ini guru memberikan isu/ masalah aktual yang sedang berkembang di masyarakat sekitar yang dapat dipahami peserta didik dan dapat merangsang siswa untuk mengatasinya. Guru juga bisa menggali pendapat dari siswa, yang ada kaitannya dengan materi yang akan dibahas.
b. Tahap eksplorasi
     Pada tahap ini, guru dan siswa mengidentifikasi daerah kritis penyelidikan. Data-data dan informasi dapat dikumpulkan melalui pertanyaan-pertanyaan atau wawancara, kemudian menganalisis informasi tersebut. Data dan informasi dapat pula diperoleh melalui telekomunikasi, perpustakaan dan sumber-sumber dokumen publik lainnya. Dari sumber-sumber informasi, siswa dapat mengembangkan penyelidikan berbasis ilmu pengetahuan untuk menyelidiki isu-isu yang berkaitan dengan masalah ini. Pemahaman tentang hujan asam, misalnya, dilakukan dalam laboratorium untuk menyelidiki sifat -sifat asam dan basa. Penyelidikan ini memberikan pemahaman dasar untuk pengembangan, pengujian hipotesis, dan mengusulkan tindakan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009).
     Menurut Aisyah (2007), tahap kedua ini merupakan proses pembentukan konsep yang dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan metode. Misalnya pendekatan keterampilan proses, pendekatan sejarah, pendekatan kecakapan hidup, metode demonstrasi, eksperimen di labolatorium, diskusi kelompok, bermain peran dan lain-lain. Pada akhir tahap kedua, diharapkan melalui konstruksi dan rekonstruksi siswa menemukan konsep-konsep yang benar atau konsep-konsep para ilmuan. Selanjutnya berbekal pemahaman konsep yang benar siswa melanjutkan analisis isu atau masalah yang disebut aplikasi konsep dalam kehidupan.
c. Tahap solusi
    Pada tahap ini, siswa mengatur dan mensintesis informasi yang mereka telah kembangkan sebelumnya dalam penyelidikan. Proses ini termasuk komunikasi lebih lanjut dengan para ahli di lapangan, pengembangan lebih lanjut, memperbaiki, dan menguji hipotesis mereka, dan kemudian mengembangkan penjelasan tentatif dan proposal untuk solusi dan tindakan. Hasil tersebut kemudian dilaporkan dan disajikan kepada rekan -rekan kelas untuk menggambarkan temuan, posisi yang diambil, dan tindakan yang diusulkan (Dass, 1999 dalam Raja, 2009). 
     Menurut Aisyah (2007), apabila selama proses pembentukan konsep dalam tahap ini tidak tampak ada miskonsepsi yang terjadi pada siswa, demikian pula setelah akhir analisis isu dan penyelesaian masalah, guru tetap harus melakukan pemantapan konsep melalui penekanan pada konsep-konsep kunci yang penting diketahui dalam bahan kajian tertentu. Hal ini dilakukan karena konsep–konsep kunci yang ditekankan pada akhir pembelajaran akan memiliki retensi lebih lama dibandingkan dengan kalau tidak dimantapkan atau ditekankan oleh guru pada akhir pembelajaran.

d. Tahap aplikasi
     Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan konsep yang telah diperoleh. Dalam hal ini siswa mengadakan aksi nyata dalam mengatasi masalah yang muncul dalam tahap invitasi.
e. Tahap pemantapan konsep
    Guru memberikan umpan balik/ penguatan terhadap konsep yang diperoleh siswa.

PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH
1.    Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama Jhon Dewey. Metode ini dinamakan Problem Method. Sedangkan Crow&Crow dalam bukunya Human Development and Learning, mengemukakan nama metode ini dengan Problem Solving Method.
2.    Langkah – langkah pembelajaran pemecahan masalah :
a. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru.
b. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahkan persoalan.
c. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.
d. Problem yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk berpikir.
e. Problem harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik
f.  Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
g. Guru meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan.
h.  Peserta didik dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
i.  Mungkin peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
j. Kalau pemecahannya tidak ditemukan oleh peserta didik kemudian didiskusikan mengapa pemecahannya tak ditemui.
k. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
l. Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisa sehingga dijadikan fakta.
m. Membuat kesimpulan.
PEMBELAJARAN DISKUSI

1.    Diskusi adalah aktivitas dari sekelompok siswa, berbicara saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak ingin mencari jawaban / penyelesaian problem dari segala segi dan kemungkinan yang ada.
2.      Langkah – langkah pembelajaran diskusi :
a.Memilih dan menetapkan topik atau tema sekurang-kurangnya: mengidentifikasi masalah yang merupakan alternative untuk dipilih dan didiskusikan.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan satu atau beberapa sumber bahan bacaan atau informasi yang hendak dipelajari oleh siswa, sehingga kalau memasuki arena diskusi  diharapkan telah membawa bahan pemikiran.
c. Menetapkan atau menyediakan alternatif komposisi dan struktur komonikasi  kelompok diskusi.
d. Menetapkan atau menyediakan alternatif pemimpin diskusi pada guru atau siswa.
PEMBELAJARAN TANYA JAWAB
1.      Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
2.      Langkah – langkah pembelajaran tanya jawab :
a. Merumuskan tujuan tanya jawab sejelas-jelasnya dalam bentuk  tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku siswa.
b.  Mencari alasan pemilihan metode tanya jawab.
c.  Menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan.
d.  Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan.
e.  Menyediakan kesempatan bertanya bagi siswa.

PEMBELAJARAN PENUGASAN
1.    Metode Penugasan atau metode pemberian tugas adalah cara dalam proses belajar mengajar dengan   jalan   memberi   tugas   kepada   siswa. Tugas-tugas   itu dapat  berupa mengikhtisarkan karangan, (dari   surat   kabar,  majalah   atau  buku   bacaan) membuat kliping, mengumpulkan gambar, perangko, dan dapat pula menyusun karangan.
2.    Langkah – langkah pembelajaran penugasan :
a)    Rumuskan permasalahannya dengan jelas.
b)   Lakukan pembagian tugas serta deskripsikan masing-masing tugas itu.
c)    Buat jadwal kegiatan sesuai dengan waktu yang disediakan.
d)   Rumuskan apa yang diharapkan untuk dicapai dari setiap kegiatan.
e)    Buat kesimpulan menyeluruh.
f)    Usahakan agar hasil dari tugas itu dapat meningkatkan keterampilan dan diketahui banyak orang.
 PEMBELAJARAN DEMONSTRASI
1.      Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan
2.      Langkah – langkah pembelajaran  demonstrasi :
a. Perencanaan
Hal yang dilakukan adalah:
·       Merumuskan tujuan yang jelas baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat ditempuh setelah metode demonstrasi berakhir.
·       Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan.
·       Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan.
·       Selama demonstrasi berlangsung, seorang guru hendaknya introspeksi diri apakah:
·     Keterangan-keterangannya dapat didengar dengan jelas oleh peserta didik.
·  Semua media yang digunakan ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap  peserta didik dapat melihat.
·     Peserta didik disarankan membuat catatan yang dianggap perlu.
·      Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan peserta didik.
b. Pelaksanaan
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
·       Memeriksa hal-hal di atas untuk kesekian kalinya.
·       Memulai demonstrasi dengan menarik perhatian peserta didik.
·       Mengingat pokok-pokok materi yang akan didemonstrasikan agar demonstrasi mencapai sasaran.
·       Memperhatikan keadaan peserta didik, apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik.
·       Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif memikirkan lebih lanjut tentang apa yang dilihat dan didengarnya dalam bentuk mengajukan pertanyaan.
·       Menghindari ketegangan, oleh karena itu guru hendaknya selalu menciptakan suasana yang harmonis.
c. Evaluasi
Sebagai tindak lanjut setelah diadakannya demonstrasi sering diiringi dengan kegiatan-kegiatan belajar selanjutnya. Kegiatan ini dapat berupa pemberian tugas, seperti membuat laporan, menjawab pertanyaan, mengadakan latihan lebih lanjut. Selain itu, guru dan peserta didik mengadakan evaluasi terhadap demonstrasi yang dilakukan, apakah sudah berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan.

PEMBELAJARAN KARYA ILMIAH

1.    Metode ilmiah adalah langkah langkah yang ditempuh oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan pertanyaan atas masalah masalah dan keingintahuan nya terhadap fenomena fenomena yang terjadi sehingga dihasilkan jawaban yang akurat dan obyektif sehingga mampu diterima secara universal dan dianggap valid.
2.    Langkah – langkah pembelajaran karya ilmiah :
a)      Melakukan identifikasi masalah
b)      Mengumpulkan data dalam cakupan masalah
c)      Memilah data untuk mencari korelasi, hubungan yang bermakna dan keteraturan
d)     Merumuskan hipotesis (suatu generalisasi) yang merupakan tebakan ilmiah yang menjelaskan data data yang ada dan menyarankan langkah langkah berikutnya yang harus dilakukan untuk penelitian yang lebih lanjut
e)      Menguji hipotesis secara setepat mungkin dengan cara mengumpulkan data data baru
f)       Melakukan konfirmasi, modifikasi ataupun menolak hipotesis apabila memperoleh temuan temuan baru.




Sabtu, 26 November 2016

RPP K-13 SENYAWA HIDROKARBON


KURIKULUM 2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBLAJARAN
(RPP)
SENYAWA HIDOKARBON ALIFATIK JENUH (ALKANA)

Satuan Pendidikan                  : SMA/MA ......................
Mata Pelajaran                        : Kimia
Materi pokok                           : Senyawa hidrokarbon
Sub Materi                              : Senyawa Hidrokarbon Alifatik Jenuh (Alkana)
Kelas/Semester                        : X/2
Alokasi Waktu                        : 1 x 15 menit

A.    KOMPETENSI INTI
KI-1         : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2         : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI-3         : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4         : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.       KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

MATERI POKOK
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
Senyawa Hidrokarbon Alifatik Jenuh (Alkana)
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaranTuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
1.2 Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa  minyak bumi, batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugrah Tuhan YME dan dapat dipergunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan pro-aktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuatkeputusan
4.1 Mengolah dan menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya.
















































1.      Menuliskan struktur dari senyawa alkana
2.    Menuliskan isomer dari senyawa alkana
3.    Menuliskan tata nama dari  senyawa alkana











PERTEMUAN I
A.    Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat menjelaskan struktur dan sifat senyawa alkana
2.      Siswa dapat menuliskan isomer dari senyawa alkana
3.      Siswa dapat menuliskan tata nama dari  senyawa alkana

B.     Materi Pembelajaran
1.      Struktur dan Sifat Senyawa Alkana
Senyawa golongan alkana paling sederhana adalah metana (CH4) yang terdiri atas satu atom karbon dan empat atom hidrogen (Model molekul pada Gambar 8.3).


 








Struktur molekul alkana yang lebih panjang, seperti etana, propana, butana, dan yang lainnya membentuk rantai yang memanjang. Struktur alkana dan senyawa karbon umumnya biasa dituliskan dalam bentuk rumus struktur yang dimampatkan, seperti empat deret alkana pertama berikut.
 




a.         Deret Homolog
Perhatikan keempat contoh senyawa alkana di atas. Terlihat bahwa dari kiri ke kanan secara berurutan terdapat selisih jumlah gugus –CH2–. Etana kelebihan satu gugus –CH2– dari metana, propane kelebihan satu gugus –CH2– dari etana, dan seterusnya.
Jika dalam suatu deret senyawa terdapat selisih jumlah gugus sebanyak –CH2– secara berurutan maka senyawa-senyawa tersebut merupakan deret homolog. Deret homolog adalah senyawa-senyawa yang memiliki selisih gugus sebanyak –CH2– dari senyawa sebelumnya. Senyawa-senyawa dalam deret homolog memiliki sifat kimia mirip, tetapi sifat-sifat fisika berubah sejalan dengan naiknya massa molekul seperti yang ditunjukkan pada Tabel 8.1.


 

















Simak Tabel 8.1, tentu Anda dapat melihat kecenderungan yang teratur antara titik didih dan titik leleh dengan naiknya massa molekul relatif alkana. Dengan demikian, terdapat hubungan antara massa molekul relatif alkana dan sifat-sifat fisikanya.
Dengan bertambahnya massa molekul, sifat fisika yang lain seperti wujud zat juga berubah. Pada suhu kamar, empat deret pertama alkane berupa gas, deret berikutnya cair, dan alkana yang lebih tinggi berwujud padat, misalnya aspal dan lilin.
Semua alkana dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.


b. Rumus Umum Alkana
Jika dicermati dengan saksama, deret homolog alkana memiliki keteraturan yang dapat dirumuskan secara matematika. Dapatkah Anda menentukan rumus umum alkana?
Dalam deret homolog terdapat selisih gugus sebanyak –CH2–. Jika tambahannya sebanyak n gugus maka dapat ditulis sebagai (–CH2–)n atau –CnH2n–. Dalam metana, kedua garis pada rumus –CnH2n– menunjukkan jumlah atom hidrogen.

2.      Isomer Senyawa Alkana
Struktur alkana dapat berupa rantai lurus atau rantai bercabang. Dalam senyawa alkana juga ada yang rumus molekulnya sama, tetapi rumus strukturnya beda.
Butana memiliki rumus molekul C4H10. Selain itu, ada senyawa yang rumus molekulnya sama dengan butana, tetapi rumus strukturnya berbeda dan namanya juga berbeda. Perhatikan rumus struktur berikut.


 









Kedua senyawa tersebut dapat disintesis dan memiliki titik didih dan titik leleh berbeda. Senyawa n-butana titik didih dan titik lelehnya secara berturut-turut –0,5°C dan –135°C. Adapun senyawa isobutana atau 2-metilpropana titik didih dan titik lelehnya secara berturut-turut –10°C dan –145°C.
Untuk senyawa-senyawa tersebut disebut isomer. Oleh karena perbedaan hanya pada struktur maka isomer tersebut disebut isomer struktur.
Semakin banyak jumlah atom karbon dalam senyawa alkana, kemungkinan rumus struktur juga makin banyak. Oleh karena itu, jumlah isomer struktur juga akan bertambah. Pentana (C5H12) memiliki 3 isomer struktur, heksana (C6H14) memiliki 5 isomer struktur, dan dekana memiliki 75 isomer struktur. Struktur berikut merupakan ketiga isomer dari pentana.

Gambar
Oleh karena strukturnya berbeda maka sifat-sifat fisika senyawa yang berisomer juga berbeda, tetapi sifat kimianya mirip. Perhatikan titik didih dan titik leleh isomer butana dan isomer pentana. Isobutana (alkana yang bercabang) memiliki titik didih dan titik leleh lebih rendah dibandingkan n-butana(yang tidak bercabang). Hal ini disebabkan oleh struktur yang lebih rumit pada isobutana mengakibatkan gaya tarik antarmolekul lebih kecil dibandingkan struktur rantai lurus sehingga lebih mudah menguap.
Pada senyawa pentana, titik didih dan titik leleh berkurang menurut urutan: n-pentana > isopentana > neopentana. Hal ini akibat dari bentuk struktur, yaitu neopentana lebih rumit dibandingkan isopentana. Demikian juga isopentana lebih rumit dari n-pentana.

3.      Tata Nama Senyawa Alkana
Untuk alkana rantai bercabang, terdapat lima aturan pokok dari IUPAC yang telah disepakati, yaitu sebagai berikut.
1. Nama dasar alkana rantai bercabang ditentukan oleh rantai terpanjang atom karbon. Rantai terpanjang ini disebut rantai induk.


 









Rantai induk adalah rantai terpanjang. Pada contoh tersebut rantai induk mengandung 9 gugus, bukan 8 gugus.
2. Setiap cabang pada rantai induk disebut gugus alkil. Nama gugus alkil didasarkan pada nama alkana semula, tetapi akhiran -ana diganti menjadi -il. Contoh: metana menjadi metil. Perhatikan Tabel 8.2. Pada contoh nomor 1, terdapat satu gugus etil sebagai cabang dari rantai induk.


 






























3. Gugus alkil yang terikat pada rantai induk diberi nomor dengan urutan terkecil. Penomoran gugus alkil adalah sebagai berikut.


 












Dengan demikian, gugus etil diposisikan pada atom karbon nomor 4 dari rantai induk, bukan nomor 6. Jadi, nama untuk senyawa alkana di atas adalah 4-etilnonana, bukan 6-etilnonana.
4. Jika terdapat lebih dari satu gugus alkil yang sama maka penulisan nama gugus ditambah kata depan di–(dua gugus), tri–(tiga gugus), atau tetra–(empat gugus) yang diikuti dengan nama gugus alkil. Lihat contoh struktur berikut.


 













Nama senyawanya adalah 4,5-dietilnonana bukan 4-etil-5-etilnonana
5. Jika terdapat dua atau lebih cabang alkil yang berbeda, penulisan nama setiap cabang diurutkan berdasarkan alfabetis, seperti contoh berikut.


 












Nama senyawanya adalah 4-etil-5-metilnonana, bukan 5-metil-4- etilnonana).

Perhatikan beberapa aturan tambahan berikut.
1. Nomor posisi dan nama gugus dipisahkan oleh garis, misalnya 2-metil, 3-etil, dan seterusnya.
2. Nama gugus dan nama rantai induk disatukan (tidak dipenggal). Contoh: metilheksana bukan metil heksana, etilpentana bukan etil pentana.
3. Jika terdapat lebih dari dua nomor berurutan maka penulisan nomor dipisah oleh koma. Contoh: 3,3-dimetil atau 1,2,3-trietil, dan seterusnya.


C.     Metode dan Model Pembelajaran
Metode            : Diskusi, tanya jawab
Model              : Model Pembelajaran Jigsaw

D.    Media dan Sumber Pembelajaran
Media                : Lembar Kerja Siswa (LKS)
Sumber              : - Buku BSE Yayan Sunarya, dkk Mudah dan Aktif Belajar Kimia untuk Kelas X SMA/MA
-   Buku-Buku Kimia kelas X SMA/MA
                         
E.     Kegiatan Pembelajaran
1.      Pendahuluan

Kegiatan
Langkah-langkah Model Pembelajaran Jigsaw
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Guru
Siswa
Pendahuluan
Pendahuluan
Guru memberikan salam
Siswa menjawab salam guru
2 menit
Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa
Ketua kelas memimpin doa dan siswa lainnya berdoa
Guru menanyakan kehadiran siswa kepada ketua kelas
Ketua memberi keterangan kepada guru
Apersepsi
Guru menanyakan pengetahuan siswa tentang atom karbon
Siswa merespon pertanyaan guru



2.      Inti
Kegiatan
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Jigsaw
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Guru
Siswa
Inti
Peserta didik dikelompokkan ke dalam +/- 4  anggota tim
Guru membagi siswa ke dalam 3 kelompok besar dengan 6 anggota tim per kelompok
Siswa berkumpul dengan anggota kelompoknya
1 menit
·         Tiap orang dalam im diberi bagian materi tang berbeda
·         Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
Guru memberikan 3 sub bab yang akan dibahas dan memerintahkan siswa untuk membagi anggota kelompok besarnya menjadi 3 kelompok kecil untuk membahas sub bab tertentu
Siswa menjalankan perintah guru dan bertemu dengan anggota kelompok kecil
1 menit
Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
Guru memerintahkan siswa yang memegang sub bab tertentu untuk bertemu dengan anggota kelompok lain yang memegang sub bab yang sama (sebagai tim ahli)
Siswa berkumpul dengan kelompok tim ahli sesuai materi yang diperolehnya
1 menit
Guru meminta siswa untuk berdiskusi dengan anggota kelompok tim ahli masing-masing
Siswa berdiskusi dengan kelompok tim ahli masing-masing
3 menit
Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian menjelaskan kepada teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
Guru meminta siswa untuk kembali ke kelompok besarnya dan meminta siswa menjelaskan kepada teman satu kelompok mereka tentang sub bab yang mereka kuasai
Siswa kembali ke kelompok besarnya dan menjelaskan kepada anggota kelompoknya tentang sub bab yang mereka kuasai
1 menit
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
Guru meminta tim ahli untuk mempresentasikan materi pada sub bab yang mereka kuasai
Siswa yang bertugas sebagai tim ahli mempresentasikan sub bab yang telah di diskusikan dan siswa lain memperhatikan dengan sungguh-sungguh
3 menit

3.      Penutup
Kegiatan
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Jigsaw
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Guru
Siswa
Penutup
Guru memberi evaluasi
Guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu
Siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu
3 menit
Guru meminta siswa mengumpulkan soal evaluasi yang sudah mereka kerjakan
Siswa mengumpulkan soal  evaluasi yang telah dikerjakan
Guru meminta salah seorang siswa untuk menyimpulkan pembelajaran
Salah seorang siswa menimpulkan pembelajaran
Penutup
Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam
Siswa menjawab salam guru



F.      Penilaian
·         Penilaian Sikap
Rubrik Penilaian Sikap
No.
Nama
Sikap Spiritual
Sikap Sosial
Total Skor
Menghayati Karunia Tuhan Yang Maha Esa
(Skor 1 – 4)
Tanggung Jawab
(Skor 1 – 4)
Kerja sama
(Skor 1 – 4)
1





2





dst





Keterangan :
Skor 4 : apabila selalu konsisten menunjukan sikap sesuai aspek sikap.
Skor 3 : apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuaiaspek sikap dan kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap.
Skor 2 : apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan sering tidak sesuai aspek sikap.
Skor 1 : apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap.
Nilai sikap peserta didik : Jumlah nilai yang diperoleh dibagi 3.

·         Penilaian Keterampilan
Rubrik Penilaian Keterampilan (presentasi)
No.
Nama Kelompok Peserta Didik
Kemampuan Presentasi
(Skor 1 – 4)
Kemampuan Bertanya
(Skor 1 – 4)
Kemampuan Menjawab
(Skor 1 – 4)
Total Skor
1





2





dst





Keterangan :
Skor 4 : apabila selalu konsisten menunjukan keterampilan sesuai aspek keterampilan.
Skor 3 : apabila sering konsisten menunjukkan keterampilan sesuai aspek keterampilan dan kadang-kadang tidak sesuai aspek keterampilan.
Skor 2 : apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan keterampilan sesuai aspek keterampilan dan sering tidak sesuai aspek keterampilan.
Skor 1 : apabila tidak pernah konsisten menunjukkan keterampilan sesuai aspek keterampilan.
Nilai keterampilan peserta didik : Jumlah nilai yang diperoleh dibagi 3.


























LEMBAR PENILAIAN KOGNITIF


LEMBAR EVALUASI
1.      Tuliskan struktur dari 2-etil-3,4-dimetilheksana dan 2,4,6-trimetilnonana!
Jawab:


 











































2.      Tuliskan isomer dari C5H12!
Jawab:



 















































3.      Tuliskan nama dari senyawa alkana berikut:
a.        
                                CH3
                                                        |
   CH2 ―CH2― CH2―CH―CH2 ―C―CH2 ―CH3
                                   |                    |
                                  CH2                CH3
                                   |
                                  CH3

b.     


Jawab:



 
























KUNCI JAWABAN LEMBAR EVALUASI

1.      2-etil-3,4-dimetilheksana
                                                   CH3
                                                    |
                        CH3―CH2 ―C―CH2 ―CH3
                                   |                |
                                  CH2           CH3
                                   |
                                  CH3


 2,4,6-trimetilnonana
                                CH3
                                                        |
   CH3 ―CH― CH2―CH―CH2 ―CH―CH2 ―CH2― CH3
              |                    |
             CH3                CH3


2.      Isomer C5H12














n-pentana
 







2-metilbutana
 







2,2-dimetilpropana
 

 















3.      a.  5-etil-3,3-dimetiloktana
b.      2,4-dimetil-5-propildekana










PEDOMAN PENSKORAN


NO. SOAL
KRITERIA PENILAIAN
SKOR
1.
Menuliskan dengan benar struktur dari senyawa alkana
20
SKOR MAKSIMAL
20
2.
Menuliskan dengan benar isomer dari suatu senyawa alkana
60
SKOR MAKSIMAL
60
3.
Menuliskan dengan benar nama dari suatu senyawa alkana
20
SKOR MAKSIMAL
20


SKOR INDIVIDU         : TOTAL SKOR (SKOR NO. 1 + SKOR NO. 2 + SKOR NO. 3)